Kamis, 14 Oktober 2010

Nuansa Spiritual dalam Seni Persia

Manusia adalah makhluk yang dianugerahi kekuatan kreativitas tinggi yang membuatnya mampu melahirkan cipta karya. Manusia mencari keindahan yang terkadang keinginan itu menggelora dan terkadang redup. Namun demikian, makhluk ini selalu menyampaikan kata hatinya lewat karya yang dibuatnya. Ada kalanya hal itu dituangkan dalam bentuk ukiran di atas lempengan logam atau bongkahan batu dan terkadang disampaikan dalam bentuk tulisan dan alunan musik.

Seni merupakan satu hal yang selalu mewarnai kehidupan umat manusia dan menambah keindahan kehidupan. Sejarah mengabadikan karya para seniman yang berjalan mengiringi setiap detik kehidupan manusia. Karya seni menunjukkan esensi pemikiran, norma, keyakinan, dan emosi manusia di setiap masa dan tempat.

Sejak mengenal seni melukis pahatan di dinding gua, manusia menunjukkan kecenderungannya yang kuat untuk lari dari gulita alam materi demi meraih hakikat yang lebih unggul. Upaya ini dalam beberapa periode sejarah manusia nampak menonjol. Sebab, jiwa seniman selalu menuntunnya untuk mencapai hakikat yang lebih unggul untuk dilukiskan dalam bentuk karya seni seperti pahatan, lukisan dan tulisan. Dari sisi inilah dapat dikatakan bahwa seni mempunyai dimensi spiritualitas yang membangun. Sisi spiritual ini memiliki nilai khusus dan bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi kehidupan dan kesehatan rohani dan mental masyarakat.

Kerajinan tangan di setiap negeri menunjukkan nilai industri lokal dan nilai seni leluhur masyarakat setempat. Kerajinan tangan dipandang sebagai identitas dan penjelasan akan sejarah sebuah masyarakat. Karena itu, dengan mengenal seni kerajinan tangan suatu daerah orang akan mengenal daerah itu dan masyarakatnya. Layak dicatat bahwa Iran adalah salah satu dari tiga kutub utama seni kerajinan tangan di Asia bahkan dunia. Dari sisi keberagaman, seni kerajinan tangan Iran menempati posisi teratas. Temuan arkeologi menunjukkan bahwa karya kerajinan tangan bangsa Iran tempo dulu selain memiliki nilai strategis juga lekat dengan keyakinan dan nilai-nilai reliji bangsa ini.

Bangsa Iran memeluk agama Islam pada abad ketujuh Masehi. Karya seni bangsa Iran sejak masa itu kental dengan nilai-nilai keislaman. Berbagai bidang seni seperti arsitektur, pembuatan porselen, anyaman permadani, kerajinan logam dan tanah liat adalah diantara seni kerajinan yang ditekuni orang Iran sejak dahulu kala. Kerajinan tangan itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bangsa ini. Karya seni bangsa Iran sejak masuknya Islam selalu membawa pesan kedamaian dan spiritual kepada penikmat seni. Dalam persepsi ini, seniman berusaha menggambarkan imajinasinya tentang dunia, manusia dan alam ciptaan, seperti yang bisa disaksikan dalam karya lukis.

Bangsa Iran punya gaya seni lukis yang khas, sehingga bisa dikatakan bahwa gaya seni ini adalah seni tradisional bangsa Iran yang umumnya dipengaruhi oleh spiritualitas, aqidah dan norma-norma suci yang diajarkan Islam. Dalam gaya seni ini, seniman dengan menggunakan garis-garis dan warna yang sederhana mengambarkan alam dunia dengan indah. Seniman lukis gaya ini di Iran menghindari untuk bersentuhan langsung dengan fenomena fisikal sehingga karyanya bisa menjauh sejauh mungkin dari nuansa materi dan mendekat sedekat mungkin ke dalam suasana spiritual. Karena itu dapat dikatakan bahwa dalam seni lukis aliran ini, penikmat seni diajak untuk berpetualang di alam spiritual. Apalagi seniman dalam karyanya sengaja menggunakan warna biru, kuning keemasan dan hijau dalam lukisannya. Hal itu menunjukkan kejelian seniman tradisional Iran dalam berkarya seni.

Dalam seni pemasangan porselen di bangunan, seniman Iran menggunakan warna yang indah dan serasi. Misalnya seniman umumnya menggunakan warna kuning emas untuk menghiasi lukisan porselen pada bangunan. Hal itu menghadiahkan nuansa reliji kepada penikmat seni yang melihatnya. Di sebagian bangunan digunakan paduan warna tanah batu bata dengan biru porselen yang seakan kertas dinding yang menempel dan menutupi seluruh permukaan dinding. Hal itu selain membantu memperkokoh bangunan juga memberikan mengajak orang yang memandangnya untuk menikmati jamuan aneka warna yang membawa mereka kepada kedamaian khas yang dalam.

Seniman Iran biasa menghiasi dinding bangunan dengan lukisan tanaman dan tulisan ayat-ayat suci atau hadis. Lukisan dan tulisan hiasan itu tentunya disesuaikan dengan bentuk artistektur bangunan sehingga keserasiannya terjaga. Tebaran dan bunga dan pepohonan sering dijumpai dalam banyak karya seni lukis bangunan di Iran. Dan sering kali, dedaunan memainkan peran menonjol dalam menciptakan keindahan lukisan. Gaya seperti ini sering dijumpai dalam karya-karya seni kerajinan tangan lainnya semisal lukisan pada permadani, kerajinan tanah liat, kaca dan logam, juga pada jilid buku, halaman kitab-kitab agama dan sastera, prasasti-prasasti kuno, kubah-kuno dan masjid-masjid bersejarah.

Lukisan bernuansa reliji dan simbolik yang banyak ditemukan di dinding-dinding bangunan bersejarah di Iran menunjukkan bahwa bangsa Iran adalah bangsa dengan kehidupan spiritual yang kental. Poin yang lebih signifikan bukan terletak pada warna lukisan tapi hiasan kaligrafi ayat-ayat suci dan hadis yang menambah nuansa maknawiyah pada dinding-dinding bangunan. Kaligrafi adalah seni yang bisa dijumpai di semua bangsa dan negeri. Tapi seni kaligrafi Iran memiliki nuansa yang khas dan keindahan yang tersendiri.

Seniman kaligrafi sangat dihormati dalam masyarakat muslim di manapun juga. Sebab, ia adalah seniman yang bergelut dengan penulisan ayat-ayat suci dan pena atau kuas yang ada di tangannya menghasilkan karya-karya yang bermuatan suci. Apalagi, al-Qur’an dalam salah satu ayatnya memuji pena dan apa yang dihasilkannya. Seniman kaligrafi Iran sangat terpengaruh oleh budaya keislaman. Bahkan bisa dikata bahwa seni kaligrafi Iran diperuntukkan secara penuh untuk mengabdi kepada seni Islam.

Banyak karya seni kaligrafi indah yang dihasilkan oleh seniman Iran dengan penulisan ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis dari Nabi Saw dan para Imam Ahlul Bait (as). Selain dalam bentuk buku, karya seni itu juga dibuat dalam bentuk prasasti yang dipajang di pintu masuk bangunan-bangunan besar. Umumnya penulisan itu menggunakan khat jenis Kufi meski ada pula yang menggunakan khat jenis Naskh dan Thuluth.

Salah satu ungkapan untuk mengklasifikasi jenis-jenis tulisan adalah dengan menggunakan tolok ukur penulisan ‘bismillahirrahmanirrahim’. Ungkapan suci yang termasuk ayat al-Qur’an ini ditulis secara indah dalam berbagai bentuk penulisan oleh para seniman kaligrafi termasuk seniman Iran.[]Adi (Sumber: indonesian.irib.ir)

http://hminews.com/oase/nuansa-spiritual-dalam-seni-persia/

0 komentar:

Posting Komentar

Beri Komentar pada blog ini

AdBrite